PEMBELAJARAN KIMIA DIPENGARUHI LINGKUNGAN PENDIDIKAN KIMIA



KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN KIMIA

A.    Teori tentang pranata pendidikan kimia
Pranata pendidikan adalah suatu organisasi sosial dalam rangka prosedur sosialisasi dan enkulturasi untuk mengantar orang ke dalam kehidupan bermasyarakat dan berbudaya, juga mengenai kelangsungan eksistensi dan safeguard masyarakat dan kebudayaannya.
Pranata pendidikan kimia mempunyai pedoman dan disiplin alam ditargetkan untuk mempersiapkan siswa mereka melalui pendidikan pengajaran kimia serta teknologi untuk bisa berkompetensi dalam hidup, dalam posisi untuk percaya ilmiah dan logis tentang segala sesuatu untuk bisa  memilah hal-hal yang buruk dan baik dalam pembelajaran.
Berikut fungsi pranata pendidikan kimia yang sangat penting perannya bagi masyarakat Indonesia:
1.                  Fungsi pertama yaitu untuk membantu seseorang dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya sendiri.
2.                  Fungsi kedua yaitu sebagai sarana pemindahan atau pewarisan. Maksudnya adalah jika seseorang yang menempuh pendidikan atau pengajaran pasti akan menjadi seorang murid atau siswa yang akan mendapatkan pengetahuan dari gurunya.
3.                  Fungsi ketiga yaitu untuk mempersiapkan peranan dan status sosial yang akan diharapkan oleh seseorang dan masyarakat. Misalnya, jika seseorang yang ingin menjadi guru kimia maka seseorang tersebut harus menempuh pendidikan di Fakultas Pendidikan dengan Program Studi Pendidikan Kimia. 
4.                  Fungsi keempat yaitu untuk memberi landasan dalam penilaian terhadap ideologi. Jika semakin tinggi jenjang pendidikan yang dilalui oleh seorang individu, maka informasi atau ilmu pengetahuan yang didapat akan semakin banyak tentunya.

B.     Perencanaan dan pengelolaan pendidikan kimia
Perencanaan berasal dari kata rencana yaitu pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.  Dengan demikian, proses suatu perencanaan harus dimulai dari penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisis kebutuha serta dokumen yang lengkap, kemudian langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. 
Perencanaan memiliki fungsi sebagai berikut khususnya dalam pendidikan kimia,  yaitu:
a.    Fungsi kreatif
Pembelajaran kimia dengan perencanaan matang mampu menggambarkan gambaran kegiatan pembelajaran baik saat belajar biasa ataupun menggunakan praktek, dimana akan terlihat kelemahan yang ada sehingga mampu diperbaiki menjadi lebih baik.
b.    Fungsi Inovatif
Perencanaan pembelajaran kimia akan dapan menciptakan suatu inovasi karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang dapat dipahami jika kita memahami proses yang dilaksanakan secara sistematis dan direncanakan dan diprogram secara utuh.
c.    Fungsi selektif
Melalui proses perencanaan pembelajaran kimia ini maka pembelajaran akan dapat diseleksi dilihat dari strategi mana yang dianggap lebih efektif dan efisien untuk dikembangkan. Dimana  berkaitan dengan pemilihan materi pelajaran kimia yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.  
d.    Fungsi Komunikatif
Dokumen perencanaan harus dapat mengkomunikasikan kepada setiap orang baik mengenai tujuan dan hasil yang hendak dicapai dan strategi yang dilakukan.
e.    Fungsi prediktif
Perencanaan pendidikan kimia yang disusun secara benar dan akurat, dapat menggambarkan apa yang akan terjadi setelah dilakukan suatu tindakan sesuai dengan program yang telah disusun.
f.    Fungsi akurasi
Melalui proses perencanaan yang matang, guru dapat mengukur setiap waktu yang diperlukan untuk menyampaikan bahan pelajaran tertentu, dapat menghitung jam pelajaran efektif.
g.   Fungsi pencapaian tujuan
Mengajar bukanlah sekedar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk manusia yang utuh yang tidak hanya berkembang dalam aspek intelektualnya saja, tetapi juga dalam sikap dan ketrampilan. Sehingga melalui perencanaan pembelajaran kimia yang baik, maka proses dan hasil belajar dapat dilakukan secara seimbang.
h.    Fungsi kontrol dan evaluatif
Mengontrol keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu proses pembelajaran. Melalui perencanaan akan dapat ditentukan sejauh mana materi pelajaran kimia telah dapat diserap oleh siswa dan dipahami, sehingga akan dapat memberikan balikan kepada guru dalam mengembangkan program pembelajaran kimia selanjutnya.

Pengelolaan itu berakar dari kata “kelola” dan istilah lainnya yaitu “manajemen” yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan. Maka disimpulkan pengelolaan itu adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan Atau proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan.
Pengelolaan dalam pembelajaran diantaranya :
a.    Pengelolaan siswa
Siswa dalam suatu kelas biasanya mermiliki kemampuan yang beragam, karenanya guru perlu mengatur kapan siswa bekerja perorangan, berpasangan, berkelompok, siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan sehingga ia dapat berkonsentrasi membantu yang kurang, dan kapan siswa dikelompokkan secara campuran sebagai kemampuan sehingga terjadi tutor sebaya. Guru dapat mengatur siswa berdasarkan situasi yang ada ketika prosses belajar mengajar berlangsung.
b.      Pengelolaan Guru
Guru adalah orang yang bertugas membantu murid untuk mendapatkan pengetahuan sehingga ia dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Guru harus dapat menempatkan diri dan menciptakan suasana yang kondusif, karena fungsi guru disekolah sebagai “bapak” kedua yang bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.
c.       Pengelolaan Pembelajaran
Pengembangan pembelajaran pendidikan kimia memerlukan model-model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan isi dan hasil yang diharapkan.
d.      Pengelolaan Lingkungan Kelas
Iklim belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Berkenaan dengan hal tersebut, sedikitnya terdapat tujuh hal yang harus diperhatikan yaitu; ruang belajar, pengaturan sarana belajar, susunan tempat duduk, penerangan, pemanasan sebelum masuk ke materi yang akan dipelajari (pembentukan kompetensi), dan bina suasana dalam pembelajaran.
Fungsi-fungsi dalam pengelolaan pendidikan kimia lahir dari fungsi manajemen kependidikan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan agar suatu tujuan tercapai dengan efektif dan efisien.

C.    Bimbingan dan penyuluhan atau bimbingan karir
Bimbingan karir merupakan proses bantuan, layanan, dan pendekatan terhadap siswa agar dapat mengenal dan memahami dirinya sendiri, mengenal dunia kerja, merencanakan masa depan sesuai dengan yang diharapkan. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pengembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagian integrasi dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.
Layanan bimbinngan karir dari seorang konselor sangat diperlukan dalam usaha memberikan arahan dan petunjuk kepada siswa dalam menentukan karir dimasa mendatang. Tanpa petunjuk dan arahan dan konselor siswa tidak akan mendapatkan
gambaran tentang masa depannva yang disesuaikan dengan bakat, potensi dan kemampuan yang dimiliki, sehingga dengan adanya layanan bimbingan karir dan
strategi konselor dalam mengembangkan karir siswa, diharapkan siswa siap kerja dan
memiliki sikap kemandirian yang dapat diandaikan mampu untuk menghadapi
persaingan era globalisasi dan tantangan masa depan karir.
Selain itu, tujuan bimbingan karir secan rinci membantu para siswa agar:
1.      Para siswa dapat memahami dan menilai dirinva sendiri, terutama yang berkaitan
dengan segi potensi dalam dirinva, mengenai kema
mpuan, minat, bakat, sikap, dan
cita-citanva.
2.      Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya, serta yang ada dalam
masvarakat
.
3.      Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada
dalam dirinva, mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi
Suatu bidang tertentu, memahami hubungan usaha dirinva yang sekarang dengan
masa depannya
4.      Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan sena mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan  yang ada.
5.      Para siswa dapat merencanakan masa depannya serta menemukan karir dan
kehidupannva yang sesuai.

D.    Sarana atau media pendidikan kimia
Prasarana secara etimologis berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olah raga, uang dan sebagainya. Sarana pembelajaran adalah semua keperluan yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Contoh sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.
Bila tinjau dari fungsi dan peranannya dalam proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan dapat dibedakan menjadi:
1.             Alat pelajaran adalah alat yang digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar. Alat ini mungkin berwujud buku tulis, gambar-gambar, alat-alat tulis-menulis lain seperti kapur, penghapus dan papan tulis maupun alat-alat praktek, semuanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran.
2.             Alat peraga mempunyai arti yang luas. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling konkrit sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid. Misalnya struktur atom.
Media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harafiah berarti tengah, perantara atau pengatar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima.  Media dalam proses pembelajaran merupakan komponen penting untuk menunjang berjalannya proses belajar mengajar. Perkembangan media pembelajaran semakin maju, berkat menjamurnya teknologi yang berkembang saat ini. Proses belajar mengajar memerlukan media dan sarana pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran, sebagai calon pendidik sebaiknya dapat memilih media pembelajaran yang tepat agar proses belajar mengajar lebih efektif, efisien, dan menarik.
Menurut Bretz dan Briggs mengemukakan bahwa klasifikasi media digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu media audio, media visual, media audo visual, dan media serbaneka.
1.        Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran.contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantarany : radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dll
2.        Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu media visual diam (contohnya: foto, ilustrasi, potongan gambar, grafik, bagan, poster, dsb) dan media visual gerak (contohnya: gambar proyeksi, video animasi, macromedia flash, dsb).
3.        Media audio visual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu media audio visual diam (contoh: TV, film rangkai bersuara dan buku bersuara) dan media audio visual gerak (contoh: gambar bersuara).
4.        Media Serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Misalnya, Papan tulis atau sejenisnya (board), model/peraga pembelajaran kimia, benda-benda yang nyata dalam pembelajaran serta sumber belajar kimia yang diterapkan.

E.     Permasalahan Pembelajaran Kimia dari Sudut Lingkungan Pembelajaran Kimia
Ilmu kimia saat ini telah memberikan banyak manfaat kepada manusia, baik dalam bidang kesehatan, teknik, pertanian, pangan hingga kosmetika. Ilmu kimia mencangkup hal yang luas, diantaranya pengetahuan tetntang unsur penyusun suatu materi, struktur atom, susunan atom dalam suatu senyawa, jenis ikatan antar atom dalam suatu materi serta topik lainnya. Masalah yang menarik untuk diperhatikan tetntang ilmu kimia dalam pembelajaran kimia, yaitu  meskipun ilmu kimia banyak memberikan manfaat dalam kehidupan. Namun, banyak fakta menunjukkan bahwa ilmu kimia dipandang ilmu yang sulit dan tidak menarik untuk dipelajari. Pada dasarnya ilmu kimia dikembangkan melalui eksperimen-eksperimen di laboratorium, sehingga laboratorium memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembelajaran kimia di sekolah. Hal ini dikarenakan tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium yang memadai.
Contohnya saja saat mempelajari materi yang berhubungan dengan praktikum. Namun dikarenakan sarana tidak tersedia baik itu ruang laboratorium ataupun alatnya maka mau tidak mau guru mencari cara untuk dengan mudah menyampaikan materi tersebut kepada siswa. Ketika dipikiran guru tersebut terlintas bahwa guru tersebut ingin mengajarkan melalui video animasi. Namun, ternyata sarana untuk menampilkan media tersebut juga tidak ada maka hal itu akan kembali memusingkan guru sehingga guru tersebut akan mengajarkan dengan metode yang biasa yang cukup membosankan yaitu ceramah. Hal itu tentu sangat tidak mudah, karena tingkat pemahaman siswa berbeda-beda. Ada cepat paham ketika dilakukan praktek langsung (praktikum), ada melalui gambar atau sejenisnya hingga cukup dengan penjelasan guru di depan saja.
Lingkungan pendidikan kimia yang mencangkup pranata pendidikan, perencanaan, pengelolaan, bimbingan, sarana dan media pembelajaran kimia ini hingga saat ini masih banyak terlihat kelemahannya baik dari segi internal maupun eksternal. Permasalahan dari sudut pandang lingkungan pembelajaran kimia saat ini adalah kurangnya kefektifan serta keberhasilan pembelajaran kimia yang diterapkan dikelas disebabkan pengaruh komponen lingkungan pembelajaran kimia. Hal itu menjadi penyebab utama terhambatnya hasil belajar yang maksimal untuk keberhasilan atau penerapan pembelajaran kimia. Kurangnya sarana serta prasarana yang memadai juga media untuk menunjang pembelajaran membuat kegiatan pembelajaran kurang maksimal. Misalnya dalam pembelajaran struktur atom untuk memaksimalkan pembelajaran maka harus didukung media yang memadai misalnya ada model atom 3D yang akan dipelajari. Namun, tidak semua sekolah memiliki fasilitas media pembelajaran kimia yang lengkap sehingga guru hanya dapat menjelaskan melalui buku saja atau penjelasan secara ceramah saja.
Selain itu, dalam proses pembelajaran kimia selama ini terlihat kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pelajaran kimia. Hal itu menjadikan suasana kelas cenderung pasif dan sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan sulit untuk dipahami. Sehingga siswa seolah-olah dipaksa untuk belajar hingga ia menjadi tertekan. Dengan adanya kejadian tersebut tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran kimia menjadi rendah. Hal tersebut juga bukan semata-mata disebabkan kesalahan guru itu sendiri. Bisa jadi guru tersebut mempunyai gambaran untuk sukses dalam pengajaran jika sarana medianya memadai. Sebenarnya bila dilihat dari perkembangan zaman saat ini, guru tidaklah boleh tidak siap dalam membelajarkan kimia dengan alasan apapun baik dengan alasan fasilitas yang tidak mendukung atau sebagainya. Namun, guru juga manusia yang memiliki batas kemampuan masing-masing seperti misalnya seorang guru sedang tidak dalam kondisi yang ia tidak harapkan dalam membelajarkan kimia sehingga cenderung tidak maksimal dalam kegiatan belajar dan mengajar.
Kekurangan dalam kegiatan pembelajaran kimia saat ini juga terlihat dari sistem perencanaan dan pengelolaan pembelajaran. Dimana seorang guru tentu akan menyusun RPP untuk mengetahui gambaran kegiatan belajar satu semester kedepan dimana dalam RPP yang telah disusun itu sudah mencangkup tujuan, strategi, sumber daya hingga pelaksanaanya. Namun, seringkali dalam implementasinya tidak sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat. Seolah-olah RPP hanya sebuah formalitas bagi seorang guru dalam pendidikan. Namun, sejatinya tidak semua guru seperti itu. Hanya saja yang saya alami kebanyakan seperti itu. Seperti ketika masa perkuliahan lebih ditekankan model A atau B hingga C, tetapi ketika pelaksanaan dilapangan nyatanya lebih banyak menggunakan metode yang umum yaitu ceramah. Seandainya saja RPP yang dibuat memang benar terimplementasikan dengan baik dalam kegiatan pembelajaran maka pembelajaran tentu akan tercipta lebih baik dan tidak monoton seperti biasanya. Sehingga dalam pengelolaan kelaspun akan menjadi seperti yang diharapkan.
Selain itu, dalam hal bimbingan pun juga jarang ada guru yang begitu peduli pada siswa secara rata. Sepengalaman saya, bimbingan yang dimaksud guru ya seperti datang lalu mengerjakan soal yang diberikan, hampir sama ketika kegiatan belajar. Namun, menurut teori diatas pada (C) bimbingan karir pada dasarnya merupakan proses bantuan, layanan, dan pendekatan terhadap siswa agar dapat mengenal dan memahami dirinya sendiri, mengenal dunia kerja, merencanakan masa depan sesuai dengan yang diharapkan. Namun, hal itu tidak terjadi atau saya yang belum melihat hal itu. Tentu saja hal itu akan mengurangi minat siswa terhadap pembelajaran kimia tersebut dimana siswa merasa bimbang mengenai harus kemana ia selanjutnya, apa potensi saya dan sebagainya. Sehingga pada akhirnya siswa tersebut akan salah dalam mengambil keputusan. Ketika masa sekolah, yang saya perhatikan biasanya guru hanya memperhatikan anak yang menurut saja atau yang baik, namun bagaimana dengan anak yang bandel tapi sebenarnya apabila anak tersebut dibimbing dengan lebih baik bisa jadi anak bandel tersebut tentu akan menjadi lebih bersinar. Mungkin saja anak tersebut dalam pembelajaran tidak mengerti sebab penyampaian guru tersebut memang belum sampai ke pemahamannya atau bisa jadi siswa tersebut membutuhkan media untuk menunjang pembelajaran kimia dikelas. Namun, kembali ke masalah awal tadi yaitu sarana dan media juga harus mendukung agar terciptanya pembelajaran kimia dikelas yang efektif serta kondusif.

F.     Upaya Untuk Mengatasi Persoalan Pembelajaran Kimia Tersebut
Dilihat dari permasalahan pembelajaran kimia saat ini dapat dilakan upaya untuk mengatasinya yaitu dengan cara tentunya melengkapi sarana dan prasarana atau apabila biaya belum tersanggupi maka guru dapat menggunakan kreatifitasnya memanfaatkan lingkungan sekitar untuk menunjang pembelajaran.
Pertama-tama guru dengan sigap mengusulkan kepada kepala sekolah untuk penyediaan ruang laboratorium serta sarana yang diperlukan dalam pembelajaran kimia agar siswa dapat melakukan pembelajaran dengan lancar tanpa tekanan. Selain mengusulkan ide-ide, guru sebaiknya mengkondisikan kegiatan pembelajaran kimia agar menjadi menarik dan kondusif. Sehingga, untuk kepala sekolah sebaiknya mengusulkan ke Dinas Pendidikan untuk penggadaan ruang laboratorium lengkap dengan peralatan yang mendukung untuk keperluan praktikum yang dilakukan serta sarana lain seperti sumber belajar hingga alat peraga untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran kimia.
Untuk masalah perencanaan dan pengelolaan pendidikan sebaiknya dilakukan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, mungkin lebih baik diadakan pengawasan terhadap bagaimana cara mengajar guru tersebut agar sesuai yang diharapkan. Bukan untuk menekan guru untuk melakukan yang kita mau, hanya saja tuntutan sebuah profesi mewajibkan kita untuk melakukan yang terbaik untuk kebaikan semua yaitu, diri sendiri, siswa, sekolah hingga lingkungan pendidikan.
Untuk masalah bimbingan karir sebaiknya guru lebih memperhatikan atau memberikan perhatian kepada seluruh siswa tanpa berpilih kasih. Pada dasarnya guru adalah contoh teladan bagi siswa maka akan terus diikuti oleh siswa karena menganggap perilaku guru tersebut benar. Sebaiknya pihak sekolah juga lebih tegas dalam merangkul guru untuk lebih baik mendidik siswa hingga memberikan bimbingan atau penyuluhan untuk menentukan kemana arah yang tepat untuk siswa tersebut agar siswa tersebut mampu mempersiapkan diri, mental dan sikap untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya di zaman yang akan terus-menerus berkembang pesat ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS KOMPUTER

Apabila Menjadi Seorang Guru dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Kimia

Terjemahan BAB 15.5 Weak Acids and Acid Ionization Constants dari buku Chemistry Raymond Chang Edisi ke -10